You are here

KAMU SUDAH BERSIH

Submitted by jordan.gultom on February 22, 2020 - 12:05am
Date of Content: 
Saturday, February 22, 2020

adventbenhil.org : Renungan Pagi -

Renungan Pagi

SABTU, 22 FEBRUARI 2020

Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya.—Yohanes 13:10.

Perkataan ini berarti lebih daripada kebersihan tubuh. Kristus masih berbicara tentang pembersihan yang lebih tinggi sebagaimana yang digambarkan oleh yang lebih rendah. Ia yang datang dari tempat mandi sudah bersih, tetapi kaki yang memakai sandal tidak lama kemudian akan berdebu, dan sekali lagi perlu dibasuh. Demikianlah Petrus dan saudara-saudaranya sudah dibersihkan oleh pancaran air yang besar yang terbuka bagi dosa dan kenajisan. Kristus mengakui mereka sebagai milik-Nya. Tetapi penggodaan telah membawa mereka kepada kejahatan, dan mereka masih memerlukan anugerah penyucian-Nya. Ketika Yesus mengikat pinggangnya dengan sebuah handuk untuk membasuh debu dari kaki mereka, dengan perkataan itu Ia ingin membasuh keregangan, kecemburuan, dan kesombongan dari hati mereka. Hal ini jauh lebih penting daripada membasuh kaki mereka yang berdebu. Dengan Roh yang ada pada mereka pada saat itu, tidak seorang pun dari mereka bersedia untuk perjamuan suci dengan Kristus. Sampai pada saat mereka dibawa ke dalam keadaan kerendahan dan kasih, mereka tidak bersedia mengambil bagian dalam perjamuan Paskah atau dalam upacara peringatan yang hampir akan ditetapkan oleh Kristus. Hati mereka harus disucikan. Kesombongan dengan sifat memikirkan diri sendiri saja menciptakan perselisihan dan kebencian, tetapi segala perkara ini dibersihkan oleh Yesus dalam membasuh kaki mereka. Suatu perubahan perasaan telah terjadi. Sambil memandang kepada mereka, Yesus dapat berkata, "Kamu ini pun suci." Sekarang terdapatlah persatuan hati, kasih satu dengan yang lain. Mereka telah menjadi rendah hati dan dapat diajar....

Bila orang-orang percaya berhimpun untuk memperingati upacara itu, hadirlah juga pesuruh-pesuruh yang tidak dapat dilihat dengan mata manusia. Mungkin juga ada Yudas dalam rombongan itu, dan jika demikian, pesuruh-pesuruh dari putra kegelapan pun ada disitu, karena mereka melayani semua orang yang enggan dikendalikan oleh Roh Kudus. Malaikat-malaikat surga juga hadir. Tamu-tamu yang tidak kelihatan ini hadir pada setiap kesempatan seperti itu. Mungkin ke dalam rombongan itu datang juga orang-orang yang dalam hatinya bukannya hamba kebenaran dan kesucian, tetapi yang ingin mengambil bagian dalam upacara itu. Mereka tidak boleh dilarang. Ada saksi-saksi yang hadir pula ketika Yesus membasuh kaki murid-murid dan Yudas. Lebih dari mata manusia melihat peristiwa itu....

Jangan hendaknya seorang pun mengasingkan dirinya dari Perjamuan Kudus karena ada orang yang tidak layak mungkin hadir. Setiap murid diundang untuk mengambil bagian di hadapan umum, dan dengan demikian menyaksikan bahwa ia menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi. Pada saat inilah, pada upacara-Nya sendiri, Kristus bertemu dengan umat-Nya, dan menguatkan mereka oleh hadirat-Nya. —Alfa dan Omega, jld.6, hlm.287,299.

Facebook comments