You are here

Kita Melihat Kristus di Salib

Submitted by jordan.gultom on August 1, 2021 - 1:12am
Date of Content: 
Sunday, August 1, 2021
Podcast: 

Podcast by AWR Indonesia - Radio Advent Suara Pengharapan

adventbenhil.org : Renungan Pagi -

Renungan Pagi

MINGGU, 1 AGUSTUS 2021

"Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan" (Markus 15:25).

Anak Allah yang tidak bercacat cela tergantung di salib, daging-Nya sobek dengan pukulan; tangan yang sering direntangkan untuk memberkati, dipakukan pada kayu palang, kaki yang tidak mengenal jerih lelah dalam pelayanan kasih, dipakukan ke salib; kepala raja ditembusi mahkota duri; bibir yang gemetar mengucapkan seruan malapetaka. Dan segala sesuatu yang diderita-Nya-tetesan darah yang mengalir dari kepala-Nya, tangan-Nya, kaki-Nya, kesengsaraan yang menyiksa tubuh-Nya, serta kepedihan yang tidak terperikan yang memenuhi jiwa-Nya ketika wajah Bapa disembunyikan-berbicara kepada setiap anak manusia, menyatakan: Bagimulah Anak Allah rela menanggung beban kesalahan ini; bagimulah Ia merusakkan kerajaan maut, dan membuka gerbang Firdaus. Ia yang mendiamkan lautan yang bergelora dan berjalan di atas ombak yang berbuih, yang menyebabkan setan-setan gemetar dan penyakit lenyap, yang mencelikkan mata yang buta dan membangkitkan orang mati, mempersembahkan diri-Nya di atas salib sebagai korban, dan hal ini disebabkan oleh kasih bagimu. Ia, Penanggung dosa menderita murka keadilan Ilahi, dan untuk kepentinganmu menjadi dosa dengan sendirinya.

Dalam ketenangan orang-orang yang melihatnya memperhatikan akhir peristiwa yang menakutkan itu. Matahari bersinar, tetapi salib masih dikelilingi dengan kegelapan. Para imam dan penghulu memandang ke arah Yerusalem, dan lihatlah, awan tebal telah turun ke kota dan di lembah Yudea. Matahari kebenaran, Terang dunia, sedang menarik sinar-Nya dari kota Yerusalem yang tadinya disenangi itu. Kilat murka Allah yang ganas itu ditujukan kepada kota yang terkutuk itu.

Tiba-tiba kegelapan terangkatlah dari salib, dan dalam nada yang jelas laksana bunyi nafiri, yang tampaknya bergema di semesta alam, Yesus berseru, "Sudah selesai" "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Suatu terang mengelilingi salib, dan wajah Juruselamat bersinar dengan kemuliaan seperti matahari. Kemudian Ia menundukkan kepala-Nya ke dada-Nya, lalu mati.

Facebook comments