You are here

TUNTUNAN TUHAN

Submitted by jerryroger on March 12, 2017 - 9:10pm
Date: 
March 4, 2017
Pengkhotbah: 
Sdr B.Barus
Ayat Inti: 
Mazmur 16 : 11 "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa
Summary: 

TUNTUNAN TUHAN

Ayat bersahutan : Keluaran 32 : 12-16

Ayat Inti : Mazmur 16 : 11

 

Mazmur 16 : 11 "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Ayat ini merupakan satu ayat yang dinyatakan oleh Raja Daud mengenai besar kuasa Tuhan dalam kehidupannya, dan Raja Daud ingin memberitahukan kepada pembaca Kitab Mazmur bahwa dalam Tuhan ada jalan kehidupan, ada sukacita yang penuh melimpah, dan senantiasa memberikan nikmat kehidupan. Ketiga hal itu merupakan sebuah berkat yang diberikan kepada setiap manusia yang benar-benar mengikuti jalan Tuhan, menghidupkan tabiat-tabiat pengikut Kristus dan penuh berserah kepada-Nya.

Berbahagialah menjadi seorang Kristen, karena janji-Nya kekal abadi. Bahkan janji ini masi berlaku untuk setiap manusia yang mengikuti jalan-Nya. Inilah janji yang akan menuntun kehidupan setiap manusia untuk beroleh kedamaian dalam hidup, merasa tenang dalam pemikirannya akan berkat yang akan diperoleh. Hal yang perlu dilakukan untuk memperoleh berkat ini adalah dengan berkomunikasi dengan Tuhan dalam doa-doa yang dilayangkan setiap saat, setiap hari, dalam penyerahan diri kepada-Nya. Dalam doa maka hidup kita akan tahap demi tahap diubahkan dari yang tadinya kurang percaya menjadi percaya, yang tadinya tidak merasakan menjadi merasakan berkat itu hadir dan nyata dalam kehidupan dirinya.

Dalam Kitab Keluaran, dituliskan bagaimana tuntunan Tuhan kepada bangsa Israel yang telah diperbudak selama 400 tahun di Mesir yang kemudian keluar dan pergi ke tanah perjanjian. Tuhan menunjuk Musa, agar bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perjuangan meminta ijin dari Firaun sebagai raja Mesir. Bangsa Israel melihat banyak mujizat yang terjadi selama perjuangan untuk keluar dari Mesir, mereka melihat 10 tulah yang diberikan Tuhan kepada bangsa Mesir sehingga pada akhirnya Firaun mengijinkan Musa dan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Tuntunan Tuhan tidak berhenti disitu saja, bahkan ketika dalam perjalanan menuju tanah Perjanjian pun bangsa itu melihat kejadian yang sungguh luar biasa, yang merupakan kebesaran dan kuasa Allah dalam menuntun bangsa Israel, seperti : Air Laut yang terbelah dua, Air pahit menjadi dapat diminum, dan pemberian roti mana yang turun dari langit.

Tuhan sedang menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan menuju Negeri Perjanjian yaitu negeri Kanaan. Banyak tantangan selama kurang lebih 40 tahun bangsa Israel berjalan menempuh perjalanan panjang dan selama itu juga lah Allah memperlihatkan kuasa-Nya yang besar dalam menuntun bangsa Israel. Satu ketika ketika Musa sedang menghadap kepada Tuhan di gunung Sinai, pergi selama 40 hari meninggalkan bangsa itu untuk menerima 10 Hukum Taurat. Tetapi Bangsa Israel yang menunggu-nunggu kehadiran Musa, kehilangan pengharapan dan khawatir bahwa mereka ditinggalkan oleh pemimpinnya. Mereka lupa bahwa Allah sudah menuntun mereka dan menunjukkan kuasa-Nya. Bangsa ini kemudian meminta Harun untuk membuatkan patung bagi mereka, sebagai illah pengganti, mereka menyerahkan semua harta bendanya kepada Harun dan Harun mengolahnya menjadi lembu emas yang mereka sembah. Mereka mengadakan pesta dan memuja illah itu, kemudian Allah pun murka dan menyuruh Musa untuk turun bertemu kepada bangsa Israel yang lemah iman tersebut. Musa dan Yosua turun dari gunung Singai dengan sedih dan marah melihat kelakukuan bangsa itu dan Allah menunjukkan kuasanya sehingga pada hari itu juga matilah 3000 orang Israel. Inilah upah dosa itu yaitu maut, tetapi Allah mengaruniakan keselamatan bagi orang yang menurut kepada-Nya.

Keluaran 33 : 1-4 : Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang AMori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan. Ketika bangsa itu mendengar ancaman mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasanannya.

Dalam ayat tersebut Tuhan menjanjikan tuntunannya, tetapi kepada orang Israel Dia menyatakan bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik jika saja bangsa itu tetap menurut kepada-Nya. Orang Israel perlu menjadikan kehadiran Tuhan yang terutama dalam kehidupan mereka.

Ini menjadi sebuah pertanyaan bagi kita sekarang ini, “Apakah kita sudah menjadi kehadiran Tuhan yang terutama dalam kehidupan kita?”

Pengalaman Musa dan bangsa Israel dapat menjadi pengalaman kita juga dalam menempuh kehidupan ini. Dalam setiap usaha, pekerjaan, berkat dalam kedudukan dan jabatan, berkat kesehatan dan hal yang lain akan menjadi bagian kehidupan ini jika kita dituntun oleh Allah. Tetapi hal ini akan menjadi sia-sia jika Dia tidak hadir dan menuntun kehidupan pribadi kita masing-masing. Dalam keluaran 33:16 “Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”

Ayat 16 tersebut menekankan bahwa manusia dapat memiliki kasih karunia dalam tuntunan Allah. Ini perlu menjadi identitas Jemaat Kristen Advent. Ini perlu ditampilkan ketika masing-masing jemaat hidup dalam kehidupan pribadi mereka.

Tetapi kondisi saat ini, banyak umat Kristen yang sekarang hanya menampilkan bahwa identitas mereka adalah sesuatu yang bisa mereka banggakan seperti paling pintar, paling berkuasa, paling… dan paling… Manusia saat ini sangat ingin dihargai oleh orang-orang yang ada disekitar mereka. Padahal seharusnya dalam tuntunan Tuhan,  manusia sebagai makhluk ciptaan yang paling Mulia harusnya menampilkan identitas bahwa mereka adalah anak-anak Raja, Pencipta Alam Semesta, sehingga kehidupan mereka kembali sesuai dengan rencana Tuhan dan mendapatkan berkat tuntunan-Nya. Jika kita meninggalkan Tuhan, maka kita akan kehilangan identitas tersebut.

Yang perlu dilakukan adalah tetap berkomunikasi kepada Allah melalui doa-doa yang dilayangka setiap hari, dan setiap saat dalam menyerahkan kehidupan kita kepada-Nya.  Musa menuntut 2 hal yang ia minta agar mendapatkan tuntunan Tuhan yaitu :

  1. Keluaran 33 : 13 “Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah bahwa bangsa ini umat-Mu.”
  2. Keluaran 33 : 18 “Tetapi perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.”

Berdoalah kepada Allah agar Ia selalu menuntun kehidupan kita, agar kita mengenal-Nya lebih baik, membawa kehidupan kita lebih dekat kepada-Nya sehingga Dia menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati. Amin.

Facebook comments